SHARE

primaradio.co.id – Meskipun telah dilaksanakan empat tahun, Kurikulum 2013 (K-13) mengalami berbagai revisi. Terlebih kesiapan guru melaksanakan K-13 juga belum diselesaikan. Revisi K13 ini membuat guru Instruktur Kabupaten/Kota (IK) dilatih ulang.

Menurut Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim, Bambang Agus Susetyo mengatakan bahwa setelah ada hasil revisi, pemerintah melatih kembali guru-guru di sekolah pelaksana K-13. Tahun ini, pihaknya bertanggung jawab untuk mempersiapkan Instruktur Kabupaten/Kota (IK) K-13 sebanyak 6.200 orang untuk jenjang SD,SMP dan SMA. Instruktur tersebut bertugas mendampingi 29.000 guru sasaran.

Bambang juga menambahkan, implementasi K13 mengacu Permendikbud Nomor 190 Tahun 2014 baru selesai pada 2020. Pihaknya berharap tak ada lagi hambatan dengan berbagai kebijakan baru imbas dari pergantian menteri. Karena itu, seluruh persiapan menyangkut SDM ditarget rampung pada 2019.
—————
Perubahan K-13 Untuk Penekanan Karakter Sekolah

Sejumlah perubahan dalam K-13 ini ditujukan untuk penekanan pendidikan karakter. Selain itu, setiap satuan pendidikan wajib melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan pendidikan jasmani.

Menurut Ketua Induk Kluster SMAN 2 Kasnoko mengatakan bahwa setiap induk klaster melakukan pelatihan kepada 10 sekolah dengan didampingi oleh para tenaga pendamping yang telah mendapat pelatihan terlebih dahulu. Untuk kepala sekolah sebelumnya telah mendapatkan pelatihan di Solo oleh Dirjen P2TK Dikmen tahun lalu.

Kasnoko juga menambahkan, sekolah yang telah dilatih harus melakukan In Houese Training (IHT) semua warga sekolah. (zum/nji)