SHARE

primaradio.co.id – Sampai dengan tahun 2019, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memprioritaskan biaya riset pada 3 bidang utama, yaitu energy, maritime dan pangan, dengan perkiraan dana sebesar Rp 20 triliun tiap bidang.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati, mengatakan bahwa tiga bidang tersebut akan memiliki potensi besar untuk kemajuan negara. Publikasi riset juga harus ditingkatkan hingga internasional.
Beragam upaya dilakukan Kemenristekdikti untuk melakukannya. Di antaranya dengan program penghargaan bagi peneliti yang berhasil mempublikasi penelitiannya.
Penelitian yang impact factor-nya lebih dari angka lima akan diberikan apresiasi sebesar Rp 100 juta.

Dimyati juga menambahkan, Kemenristekdikti tengah mengusahakan perbaikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah. Perevisian ini dimaksudkan agar peneliti bisa melakukan riset tanpa beban batasan tahunnya. Pada aturan revisi ini, peneliti nantinya akan memperoleh royalti sebanyak 40 persen. Dengan strategi ini diharapkan para peneliti bisa lebih semangat lagi dalam melakukan riset. (zum/nji)