SHARE

primaradio.co.id – Market share Perbankan Syariah berdasarkan data Desember 2016 masih berkisar 5,33 persen.

Pakar ekonomi Syariah dari Universitas Airlangga Surabaya, Imron Mawardi mengatakan masih rendahnya pangsa pasar Perbankan Syariah berkaitan dengan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap Perbankan Syariah. Selain itu infrastruktur Perbankan Syariah juga masih sangat terbatas.

“Banyak faktor memang. Pertama, pemahaman masyarakat terhadap praktek ekonomi syariah masih sangat kurang. Karena memang sistem konvensional sudah mendarah daging. Sudah ratusan tahun. Kemudian ketika diberi satu kesadaran kembali ke praktek ekonomi syariah, masih banyak yang belum memahami. Kemudian yang kedua, infrastuktur ekonomi syariah juga masih terbatas. Misalnya kalau kita lihat di Jawa Timur, belum seluruh Kabupaten ada cabang bank syariah, “kata Imron saat menghadiri acara Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Malang.

Imron juga mengatakan untuk meningkatkan market share Perbankan Syariah, butuh keberpihakan pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan Perbankan Syariah.

Sementara itu Asisten Direktur Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jawa Timur, Andry Indra Prayogo menambahkan, meski market share perbankan Syariah masih rendah, namun perkembangan ekonomi syariah di Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jika dihitung dalam lima tahun terakhir, aset perbankan tumbuh sebesar 70,82 persen dari Rp 16,57 triliun pada 2012 menjadi Rp 28,30 triliun pada 2016. (bee)