SHARE

primaradio.co.id – DPRD Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya tengah membahas Raperda pembatasan wilayah bebas asap rokok dan penghapusan retribusi perawatan pemeriksaan alat pemadam kebakaran. Sejumlah fraksi berpandangan initinya, pembatasan wilayah bebas asap rokok akan bernasip sama dengan raperda mihol pada sktor ekonomi.

Menurut Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan bahwa raperda baru ini bukan bertujuan mengganti perda yang sudah ada melainkan memberikan penambahan poin. Perda ini hanya untuk mengingatkan sejumlah kawasan yang harus bebas asap rokok. Disisi lain, perda ini tidak akan akan sulit, bahkan ia juga sedang mempertimbangkan usulan untuk aturan emisi zat buang.

Whisnu juga menambahkan, selama ini gas emisi lebih banyak pencemarannya, sehingga jika ada kawasan tanpa rokok, maka akan ada kawasan bebas emisi. Rapat pembahasan raperda tersebut juga akan diagendakan kembali pada 20 Mei untuk pemaparan Wali Kota Surabaya terkait pendangan fraksi-fraksi. (Zum/Nji)