SHARE

primaradio.co.id – Konversi nilai yang baru ada dalam proses SNMPTN tahun ini menjadi polemik dalam dunia pendidikan. Selain itu, jatah penerimaan siswa baru berdasarkan akreditasi sekolah juga memunculkan polemik. Hal ini disebabkan sebagian sekolah belum melakukan akreditasi dan habis masa akreditasinya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman mengatakan bahwa di Jatim ada ribuan sekolah belum terakreditasi dan belum bisa memperbarui masa akreditasi. Diharapkan pihak panitia SNMPTN memaklumi kondisi tersebut.

Saiful juga menambahkan, memang akan berdampak positif bagi sekolah akreditasinya baik peluang masuknya siswa lewat jalur SNMPTN lebih besar. Tetapi jika sekolah yang habis masa akreditasinya disamakan dengan sekolah yang belum terakreditasi sama sekali, maka itu tidak adil. Sebab, kekuatan pemerintah pusat dalam melaksanakan proses akreditasi setiap tahun sangat terbatas.

Sekedar diketahui, pendaftaran SNMPTN tahun ini menggunakan aturan baru yakni dibatasi menurut status akreditasi sekolah. Bagi sekolah dengan status akreditasi A, siswa yang bisa didaftarkan 75 persen terbaik di sekolahnya. Sedangkan akreditasi B, sebanyak 50 persen terbaik di sekolah. Dan sekolah dengan akreditasi C sebanyak 20 persen terbaik di sekolah, dan lainnya, 10 persen terbaik di sekolahnya.