SHARE

primaradio.co.id – Perum Damri Surabaya akan membuatkan kanopi di sepanjang tempat kedatangan dan keberangkatan Bus Trans Sidoarjo (BTS) di Terminal Purabaya Bungurasih. Namun ini dilakukan jika pihak UPT Terminal Purabaya mengizinkan.

Menurur General Manajer Perum Damri Cabang Surabaya Purwanto mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan perjuangan untuk mengawali layanan BTS. Langkah ini diyakini untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal. Secara umum, memang belum banyak masyarakat yang meraskan kehadiran bus tersebut.

Purwanto juga menambahkan sejak November 2015 dioperasikan, BTS melayanai masyarakat dengan menanggung tekor. Dimana tiap harinya bus merugi hingga di atas Rp 3 juta. Setiap hari biaya operasionalnya mencapai Rp 5 juta. Namun, bus hanya memberi pemasukan Rp 1,8 juta. Ditambah saat macet Porong karena banjir, kerugian makin membengkak. Tidak hanya masalah tekor, dukungan infrastruktur berupa shelter juga menjadi catatan. Apalagi saat masuk di Terminal Purabaya Bungurasih tak dilengkapi halte memadai.

Namun selama ini, kehadiran BTS memang tidak diimbangi dengan koordinasi yang maksimal dengan Dishub Kota Surabaya. Begitu ditawarkan ke Sidoarjo, saat ini juga tak mendapat sambutan ideal di Terminal Purabaya. Bus-bus ini tak mendapat tempat ideal. Dari 30 bus BTS yang dioperasikan hanya 10 unit.(zum/nji)