SHARE

primaradio.co.id – Program sejuta rumah untuk mengurangi backlog atau kekurangan rumah di Jawa Timur tak bisa dilaksanakan penuh. Hanya 50 persen yang telah terealisasi.

Menurut Kepala Bidang Perumahan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Jatim Sutji Prajitno mengatakan bahwa dari sejuta rumah yang diproyeksikan dibangun di seluruh provinsi di Indonesia tersebut, Jatim dibebani target 54.548 unit. Rinciannya, 33.595 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan dibawah Rp 4 juta, dan 20.792 unit rumah untuk non MBR dengan penghasilan di atas Rp 4 juta. Dari separuh yang terealisasi, mayoritas adalah rumah non MBR. Ini menyusul banyak dibangunnya apartemen dan perumahan baru oleh para pengembang disejumlah wilayah, khususnya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, dan sejumlah kota lainnya.

Sutji juga menambahkan, yang menjadi penyebab terhambatnya realisasi program sejuta rumah ini terutama karena sulitnya mendapat lahan dan mahalnya harga lahan untuk rumah hunian. Terutama lahan untuk rumah katagori MBR. Hal ini berbeda dengan rumah non MBR yang dibangun swasta, masyarakat dan asosiasi yang bisa dijual sesuai harga di pasaran sehingga pengembang mendapat margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan kalau membangun rumah MBR.

Sutji memperkirakan realisasi pembangunan 54.548 unit rumah MBR dan non MBR, untuk mewujudkan program sejuta rumah di Jatim, akan turun menjadi sekitar 40 persen saja. (zum/nji)