SHARE

primaradio.co.id – pembangunan MERR ini, masih mengalami kendala diantaranya pembebasan lahan.

Menurut Wali kota Surabaya, Tri Rismahari mengatakan bahwa kendala pembebasan lahan masih ada, karena pemilikan lahan yang berbeda-beda. Selain milik warga, juga ada milik IAIN (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel), dan pengembang. Mayoritas sudah mau, tapi prosesnya perlu waktu.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan DPUBMP Kota Surabaya, Ganjar Siswo Pramono, mengatakan bahwa pihaknya tidak mau menargetkan kapan pembebasan lahan selesai. Karena khawatir akan terulang kasus penyalahgunaan wewenang yang berujung hukum.

Mengenai harga lahan, pihaknya sudah mematok harga tinggi untuk lahan yang dekat dengan jalan dinilai Rp 8 juta meter persegi, dan lahan di belakang senilai Rp 6 juta per meter persegi. (zum/nji)