SHARE

primaradio.co.id – Lima orang dipastikan tewas dalam serangan teror yang terjadi di London, Inggris. Serangan teror yang tepatnya terjadi di Jembatan Westminster dan Gedung Parlemen Inggris ini juga melukai setidaknya 40 orang.

“Tiga dari korban luka adalah polisi dan kami meyakini satu dari korban tewas adalah pelaku,” ujar Asisten Komisioner Kepolisian Metropolitan London Inggris, Mark Rowley, seperti dilansir dari BBC, Kamis, 23 Maret 2017.

Insiden ini sendiri bermula ketika sebuah mobil menabrak jalur pejalan kaki di Jembatan Westminster, menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya. Mobil itu kemudian menabrak pagar dekat gedung parlemen, ketika seorang pria berusia sekitar 40-an keluar dari dalam mobil dan menusuk polisi di depan gedung parlemen. Keduanya tewas karena pelaku berhasil ditembak aparat.

Sementara itu Kementerian Luar Negri Republik Indonesia memastikan, tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dari insiden tersebut. Hal ini disampaikan oleh Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu M. Iqbal.

“Informasi yang diperoleh dari Kementerian Luar Negeri Inggris menyebutkan sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban,” kata Iqbal.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada pihak yang bersedia bertanggung jawab terkait dengan aksi teror ini. Pihak kepolisian juga belum mempublikasikan terkait identitas pelaku yang tewas sesaat setelah teror dilancarkan. (joe)