SHARE

primaradio.co.id – Tak adanya IPAL Komunal di Surabaya menyebabkan pencemaran lingkungan di Surabaya masih tinggi.

Menurut Aktivis lingkungan sekaligus ketua Divisi Advokasi Komunitas Peduli Surabaya RAR, Hermawan Some mengatakan bahwa selama ini banyak warga membuang limbah domestik melalui saluran yang berhubungan dengan sanitasi di pemukiman, yang larinya ke sungai.

Dari data komunitas peduli Surabaya mencatat tiap warga membuang 5 gram detergen. Hal ini yang menyebabkan air sungai berbuih, berbusa. Sehingga komunitas mendesak pemkot Surabaya membangun IPAL komunal dengan skala kecil. IPAL komunal ini bisa dibawah jalan kampung. Air limbah bisa diolah, dipompa dan untuk siram tanaman. Biaya pembuatan IPAL bisa dari CSR (corporate social responsibility) perusahaan. (zum/nji)