SHARE

primaradio.co.id – Hingga Minggu (3/12/2017), ratusan warga korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pacitan belum mendapat bantuan kebutuhan pokok.

“Pengungsi di Desa Tokawi belum tersentuh bantuan. Sedangkan bantuan ke Desa Penggung baru sedikit,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika setempat, Widy Sumardji.

Widy Sumardji menjelaskan bahwa warga yang belum menerima bantuan kebutuhan pokok itu merupakan warga Desa Tokawi dan Desa Penggung, Kecamatan Nawangan. Mereka terpaksa mengungsi karena rumahnya mengalami kerusakan parah.

Akses jalan ke dua desa tersebut terputus akibat material tanah longsor yang menutupi jalan, sehingga bantuan tidak bisa didistribusikan. Bahkan kendaraan roda dua tidak bisa menjangkaunya. Sejauh ini, bantuan hanya mampu dilakukan melalui udara dengan menggunakan helikopter pada Sabtu (2/12/2017).

Namun bantuan yang didistribusikan juga tidak banyak. Itu pun hanya di Desa Penggung. Sementara sebanyak 689 warga yang tinggal di 11 titik pengungsian belum seluruhnya menerima distribusi kebutuhan pokok. Menurut Widy, Pemerintah setempat berinisiatif untuk memberi bantuan lewat desa yang dekat dengan dua desa tersebut. “Sedikit demi sedikit akan didistribusikan (ke Desa Tokawi dan Penggung) dengan sepeda motor,’’ katanya.

Sebagai informasi, selain tanah longsor, Pacitan juga diterjang banjir pada Selasa hingga Rabu pekan lalu, 29-30 November 2017. Tujuh kecamatan, yakni Tegalombo, Arjosari, Nawangan, Pacitan, Kebonagung, Tulakan, dan Ngadirojo terkena dampaknya. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, peristiwa itu mengakibatkan 25 orang tewas lantaran tertimbun longsor dan terseret arus air bah. (*)

sumber : tempo