SHARE

primaradio.co.id – ertanggal 14/4/2016, Gubernur Jawa Timur resmi bentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Pembentukan TPAKD tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jatim nomor 188/234/KpTs/013/2016, tertanggal 30 Maret 2016.

Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi ditunjuk sebagai Koordinator Tim, sedangkan Direktur Utama Bank Jatim Suroso menjadi Ketua Departemen Humas. Untuk Ketua TPAKD dihandle langsung oleh Gubernur Soekarwo.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan bahwa Pemprov Jatim membentuk TPKAD untuk meningkatkan dan mempermudah pembiayaan sektor usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM). Keberadaan TPKAD juga untuk mendorong ketersediaan informasi terkait produk dan akses keuangan yang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. Dimana potensi UMKM di Jatim dinilai sangat besar. Dari total product domestic regional bruto (PDRB) yang mencapai Rp 1.600 triliun, sebesar Rp 900 triliun atau 54,92 persen disumbang dari sektor ini. Sayangnya, mayoritas pelaku UMKM belum tersentuh pembiayaan dari bank. Atau sudah fisible tetapi belum bankable.

Soekarwo juga menambahkan, untuk penyelesaiannya adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dimiliki pemerintah daerah harus bisa menjadi media untuk menyalurkan kredit dengan bunga murah. Namun, dari 38 kabupetan/kota, hanya 28 daerah saja yang memiliki BPR sedangkan 10 daerah lainnya belum.

Selain UMKM, Soekarwo juga minta kredit pertanian menjadi perhatian serius dari TPKAD. Sebab, pembiayaan sektor ini sangat kecil, hanya sekitar 2,27 % dari total penyaluran kredit. Padahal 36 persen dari jumlah penduduk Jatim adalah petani.(zum/nji)