SHARE

primaradio.co.id – Konggres berskala internasional United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC) yang ketujuh resmi dibuka.

Kota Surabaya berkesempatan menjadi tuan rumah. Penyelenggaraan konggres UCLG ASPAC ke -7 , yang merupakan pertemuan terbesar pemerintah kota di ruang lingkup Asia Pasific dan dihadiri sekitar 1.200 partisipan baik pemerintah kab/kota dan gubernur se-Indonesia maupun partisipan dari berbagai negara kawasan Asia Pasific. Konggres ini berlangsung di Dyandra Convention Center 12-15 September 2018.

Adapun tema besar yang diangkat adalah “Innovation-driven Development for Sustainable Cities

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan salah satu hal yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan wilayah dengan mengedepankan kearifan lokal.

“Kearifan-kearifan lokal itu mungkin bisa dibagi untuk kita bisa kembangkan bersama-sama untuk menangani berbagai permasalahan wilayah. Pasalnya anggota UCLG bukan hanya kota. Tapi juga ada kabupaten dan provinsi, ujar Wali Kota Risma saat Press Conference UCLG ASPAC, Kamis (13/9)

Sementara itu Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Soni Sumarsono mewakiki Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampai tiga hal penting dalam penyelenggaraan UCLG ASPAC 2018

“Pertama, perlu dilakukan percepatan dan sinergitas dalam menyusun dokumen penyelenggaraan daerah, kedua mengedepankan partisipasi masyarakat, ketiga pencapaian target sustainable development atau pembangunan berkelanjutan perlu didukung dengan berbagai langkah inovatif, terkait tata kelola pemerintahan pelayanan publik dan pelaksanaan urusan daerah yang berkaitan dengan inovasi daerah, kata Soni Sumarsono mewakili Mendagri Tjahjo Kumolo.

Dalam UCLG ASPAC Congres pada Jumat 14 September, akan ada agenda pemilihan Presiden UCLG ASPAC untuk periode berikutnya menggantikan presiden UCLG ASPAC Won Hee-Ryong yang akan habis masa periodenya. Walikota Surabaya Tri Rismaharini sampai saat ini menjadi kandidat tunggal dalam pemilihan presiden UCLG ASPAC. (bee)