SHARE
Kepala Dinas Perindag Prov. Jatim, Drajat Irawan saat Pmpin Rakor HBKN Tahun 2020 (Foto: Dok Kominfo Jatim)

primaradio.co.id – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 dan 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Prov Jatim terus melakukan monitoring terhadap ketersediaan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok (Bapok) jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2020 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

Dalam upaya menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga bapok, Dinas Perindag Prov Jatim bersinergi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim. Seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan. Kemudian Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo, Bulog Divre V Jatim, BPS, Biro Perekonomian dan Satgas Pangan Polda Jatim.

Kepala Dinas Perindag Prov Jatim, Drajat Irawan, mengatakan Nataru tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena ada pandemi Covid-19. Anjuran social distancing demi menghindari penularan virus Corona yang lebih luas, sedikit banyak turut andil menurunkan aktivitas jual-beli di tengah masyarakat. Maka dari itu, Drajat menghimbau kepada dinas terkait di wilayah Kab/Kota untuk menjalankan langkah-langkah agar ketersediaan bapok cukup dengan harga yang terjangkau.

Bapok menjadi bagian yang penting untuk terus didorong stabilisasi harganya karena terkait dengan pembentukan inflasi. Mengacu pada SK Gub Jatim No. 71 Tahun 2020 tentang TPID, Pemprov. Jatim telah membentuk satuan tugas yang berfungsi dalam mengendalikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.

Mengacu pada Permendag RI No. 57 Tahun 2017, diupayakan untuk mengendalikan pergerakan harga karena adanya kebijakan tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) maka Dinas Perindag menggelar kegiatan Rakor HBKN Nataru 2020 dan 2021 pada awal Desember 2020.

Berdasarkan koordinasi dengan dinas-dinas terkait, Bulog Divre V, serta dinas yang membidangi perdagangan dan pasar diinformasikan bahwa sejumlah komoditas utama seperti beras, gula pasir, daging sapi, minyak goreng, dan tepung stoknya mencukupi dan aman hingga sampai pelaksanaan Nataru 2020 dan 2021.

Sementara Stok Bapok yang berada di Bulog Divre Kanwil Jatim adalah sberas sejumlah 229.698 ton, gula pasir sejumlah 223.490 ton, minyak goreng 273.468 ton, dan tepung terigu 75.840 ton. Kemudian di Dinas Peternakan Jatim stok daging ayam sejumlah 3410 ton, telur sejumlah 24.998 ton. Dinas Perkebunan stok gula pasir 940.319,10 ton.

“Dari data yang dihimpun melalui Siskaperbapo memang ada kenaikan pada komoditas cabe karena ada penurunan jumlah pasokan dan mulai masuknya musim penghujan serta adanya fenomena La Nina. Sementara untuk komoditas lain masih cukup terkendali,” terang Drajat dalam rilisnya, Kamis (10/12/2021).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berupaya dalam melakukan pengendalian harga dan ketersediaan, salah satunya melalui gelaran Lumbung Pangan Jatim. Selain itu, Dinas Perindag Prov. Jatim juga telah melakukan kegiatan pasar murah.

Drajat menghimbau kepada dinas terkait yang ada di Kab/Kota untuk menggelar kegiatan pasar murah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan agar tercapai harga yang stabil pada HBKN Nataru 2020 dan 2021.

“Monitoring dan koordinasi dari dinas beserta pihak terkait lainnya diharapkan dapat membuat distribusi kian bertambah lancar, ketersedian cukup, serta harga yang stabil,” pungkas Drajat. (*)

Sumber: Kominfo Jatim